Penulis :
Prof. Dr. Drs. Anak Agung Ngurah Gunawan, MT
Dr. Drs. I Wayan Suharta, M.Si
Dr. Ida Bagus Made Suryatika, S. Si. M. Si.
ISBN: Proses
Editor : Anggit Fuadi, S.Sos
Penyunting: Anggit Fuadi, S.Sos
Desain Sampul dan Tata Letak : Anggit Fuadi, S.Sos
Penerbit : MUTIARA INTELEKTUAL INDONESIA
Anggota IKAPI No.227/JTE/2023
Jumlah Halaman: 200
Harga Buku:
Printed : Rp. 70.000
Ebook : Rp.40.000
Sipnosis
Di tengah gelombang transformasi digital yang tak terelakkan, penelitian terapan dalam bidang Teknologi Informasi (TI) menjadi kunci utama untuk mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Buku Metode Penelitian Terapan di Era Digital: Panduan Praktis untuk Teknologi Informasi hadir sebagai kompas empiris bagi para peneliti, mahasiswa, dan praktisi TI yang ingin menavigasi kompleksitas era big data, kecerdasan buatan, dan konektivitas global. Berbasis pada teori-teori metodologi penelitian yang mapan seperti paradigma kuantitatif-positivis ala Creswell dan kualitatif-interpretatif dari Yin, buku ini tidak sekadar menguraikan konsep abstrak, melainkan menawarkan kerangka sistematis yang logis dan up-to-date, diadaptasi untuk tantangan digital seperti etika data privasi dan integrasi AI dalam pengumpulan sampel.
Fokus utama buku ini tertuju pada isu spesifik: bagaimana metode penelitian tradisional dapat dioptimalkan melalui alat digital untuk menghasilkan temuan yang actionable dan scalable. Penulis memulai dengan fondasi filosofis penelitian terapan, menekankan perbedaan mendasar antara riset murni yang eksploratif dan riset terapan yang berorientasi solusi, sebagaimana dijelaskan dalam teori Kuhn tentang paradigma ilmiah yang bergeser akibat kemajuan teknologi. Dari situ, pembaca dibimbing secara bertahap melalui tahapan desain penelitian: mulai dari formulasi masalah berbasis data real-time (seperti analisis sentimen di media sosial), pemilihan sampel hybrid yang menggabungkan survei online dengan eksperimen virtual reality, hingga pengumpulan data via tools seperti API machine learning dan blockchain untuk memastikan transparansi.
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada pendekatan praktisnya yang berbasis bukti empiris dari studi kasus terkini, termasuk aplikasi TI di sektor kesehatan digital pasca-pandemi dan e-commerce berkelanjutan. Misalnya, bab tengah membahas analisis data kuantitatif menggunakan Python dan R untuk predictive modeling, diintegrasikan dengan metode kualitatif seperti grounded theory untuk menggali insight pengguna dari forum online—semua didukung oleh algoritma yang telah divalidasi melalui simulasi berbasis cloud computing. Buku ini juga menyentuh tren masa depan, seperti pengaruh komputasi kuantum dalam simulasi penelitian dan model open science yang memfasilitasi kolaborasi global, sesuai dengan prinsip-prinsip etika penelitian digital dari UNESCO yang diterapkan secara kontekstual.
Dengan bahasa yang lugas dan ilustrasi berbasis skenario nyata, buku ini bukan hanya panduan, tapi juga katalisator untuk membangun ekosistem penelitian TI di Indonesia yang kompetitif secara internasional. Bagi siapa pun yang bergelut dengan literatur penelitian yang sering kali ketinggalan zaman, karya ini menjanjikan transformasi dari teori ke praktik, memastikan bahwa setiap langkah penelitian tidak hanya valid secara metodologis, tapi juga berkontribusi nyata terhadap kemajuan teknologi informasi di era hiperkonektif ini. Ideal untuk kurikulum perguruan tinggi atau proyek industri, buku setebal sekitar 192 halaman ini mengajak pembaca untuk merevolusi cara berpikir mereka tentang riset: dari reaktif menjadi proaktif, dari lokal menjadi global.


