Penulis :
Surono
Noor Azlinda Zainal Abidin
Fauzia
Djoko Sutrisno
ISBN: Proses
Editor : Anggit Fuadi, S.Sos
Penyunting: Anggit Fuadi, S.Sos
Desain Sampul dan Tata Letak : Anggit Fuadi, S.Sos
Penerbit : MUTIARA INTELEKTUAL INDONESIA
Anggota IKAPI No.227/JTE/2023
Jumlah Halaman: 210
Harga Buku:
Printed : Rp. 70.000
Ebook : Rp.40.000
Sipnosis
Buku “Deep Learning in English Pedagogy: Innovative Strategies for Effective Language Teaching” karya Surono, Noor Azlinda Zainal Abidin, Fauzia, dan Djoko Sutrisno, mengeksplorasi pergeseran paradigma dalam pengajaran bahasa Inggris dari pendekatan permukaan (surface learning) yang berfokus pada hafalan rote menjadi pembelajaran mendalam (deep learning). Buku ini menekankan integrasi teknologi seperti jaringan saraf dan pemrosesan bahasa alami untuk menciptakan pengalaman belajar yang personal, efisien, dan menarik, termasuk analisis kesalahan siswa, latihan pengucapan, dan materi pembelajaran kontekstual.
Dalam bab-babnya, buku membahas redefinisi deep learning di ELT, melampaui hafalan dengan paradigma baru yang menekankan pemahaman, penalaran, dan generalisasi. Ia juga menyoroti pembelajaran yang menyenangkan, sadar, dan bermakna, didukung oleh neurosains akuisisi bahasa. Strategi inovatif seperti gamifikasi, humor, permainan, dan perayaan kemajuan kecil dibahas untuk menciptakan lingkungan belajar yang joyful. Pendekatan mindful diterapkan pada keterampilan bahasa, seperti mendengarkan sadar untuk meningkatkan pemahaman.
Buku mengatasi tantangan seperti pola pikir tetap dan kecemasan belajar, adaptasi untuk kelas besar, serta keseimbangan kurikulum dengan pendekatan mendalam. Bagian akhir memproyeksikan masa depan pedagogi bahasa Inggris, termasuk pembelajaran seumur hidup yang joyful dan mindful, persiapan siswa untuk komunikasi global, serta pembangunan komunitas deep learning di Indonesia untuk menghadapi era AI.
Secara keseluruhan, buku ini merupakan panduan praktis bagi guru, pengembang kurikulum, dan peneliti untuk mengintegrasikan deep learning guna meningkatkan kompetensi komunikatif dan hasil akuisisi bahasa yang lebih efektif, dengan penekanan pada otonomi siswa, teknologi, dan pertumbuhan holistik.


